Selasa, 02 Juni 2015

VITAL REMAINS “Icons of Evil”

Posted by distrik hitam on 01.32

Vital Remains adalah salah satu pentolan death metal yang berasal dari Rhode Island Amerika Serikat. Band ini satu generasi dengan Possessed, Venom, Morbid Angel dan kawan – kawan. Artinya band ini udah menebar terror dari tahun 80’an. So udah pasti usia para personilnya sudah tidak remaja lagi he he he. Mereka udah banyak merilis artefak jahat nan bengis. Dan yang akan saya bahas di bawah ini adalah karya mereka yang terakhir dimuntahin bertitel “Icons of Evil”, dirilis tahun 2007 oleh label asal Jerman Century Media Records, berisikan 10 track termasuk di dalamnya intro dan cover song dari Yngwie Malmsteen.


Namun usia band yang sudah terlampau matang itu seharusnya bisa mematangkan musik mereka juga, tapi lain halnya dengan band yang satu ini, mereka justru seperti flashback kembali ke jaman mereka masih remaja, kita seperti dibawa ke era klasik rock 80’an, tidak ada hal baru di dalam album ini dan saya yakin bagi para pecinta music rock era 80’an pasti mengenal komposisi musik yang dimainkan Vital Remains di album “Icons of Evil” ini.



Diawali intro yang paling menjijikan menurut saya, dan paling kontroversial, jika kamu mendengar intro-nya semoga tidak terprovokasi oleh band sinting yang satu ini. Dan setelah intro kelar, mulailah menggema track pertama yang juga dijadikan judul albumnya, Icons of Evil. Secara keseluruhan struktur lagu – lagunya sangat harmonis dan melodis banget ala klasik rock era 80’an. Tempo musiknya cenderung datar, memang sih pada awal – awalnya mereka bermain sangat cepat nan ngebut dengan blasting beats yang cukup menghajar, tapi itu hanya berlangsung sekitar 15 sampai 20 detik saja, dan setelah itu tempo kembali melambat dengan harmonisasi yang menurut saya cenderung membosankan, entah saya bingung menyebut album ini sebagai album death metal bernuansa klasik rock atau justru malah sebaliknya, entahlah.


Album “Icons of Evil” menawarkan musik yang tidak jelek, saya tidak bilang jelek disini. Tetap ada part – part blasting beats yang menjadikan album ini tidak keluar dari roots death metal-nya, tapi menurut saya itu hanya untuk pelengkap saja, namun jika diperhatikan dan di dengar beberapa kali, album ini tetap saja secara keseluruhan terdengar membosankan. Durasi setiap lagunya tidak ada yang pendek, alias panjang banget dan chord – chord yang dimainkan pun hanya muter – muter itu aja, hanya saja dibumbui lead guitar yang ciamik yang dimainkan oleh sang maestro Dave Suzuki yang bikin kuping saya agak sedikit terhibur. Lead – lead gitarnya pun persis seperti album – album klasik rock era Yngwie Malmsteen, sangat melodis, setiap lead gitar yang dimainkan berdurasi lebih dari 10 detik, jadi kita dibikin kenyang akan lead gitar yang super panjang dan melancholic itu. Tapi tetep bisa membawa aura suram nan jahat keluar dari sayatan gitar duet maut antara si Dave Suzuki dengan Tony Lazaro.


Drum dan lead gitar di album ini dimainkan oleh Dave Suzuki, musisi metal keturunan Asia yang menebar aura jahat di Amerika sana, dia seorang yang multi-talenta alias bisa memainkan instrument musik lebih dari satu jenis. Dan dia juga orangnya yang menulis sebagian besar lirik – lirik di album “Icons of Evil” ini. Bener – bener gila nih orang, tidak heran kalau Dave Suzuki sudah seperti ikon dan nafas hidup Vital Remains selama kurun waktu satu dekade lebih. Dia salah satu otak dan penggerak band ini, selain si Tony Lazaro yang merupakan founder member-nya yang masih bertahan semenjak band ini mulai aktif.


Dan sekarang yang akan kita bahas disini adalah pattern vokal. Sesi vokal di album ini di isi oleh kakek blasphemy yang sudah tidak asing lagi di dunia per-Metal-an internasional, siapa lagi kalo bukan Glen Benton dari band Deicide. Yups!! Om Benton ngisi vokal disini, tapi saya cenderung kurang puas dengan geraman yang keluar dari kerongkongan dia disini, dia sepertinya sudah menua baik dari usia maupun pita suara, tidak se-jahat di album Deicide era “Legion” ataupun “Once Upon The Cross”. Di album “Icons of Evil” ini vokal Benton cenderung terdengar seperti orang yang menguap sehabis bangun tidur, bikin jenuh mendengarnya, tidak powerfull, artikulasi lirik – liriknya pun sudah tidak terdengar jelas oleh telinga.


Album “Icons of Evil” memang bukan sembarang album death metal biasa yang kebanyakan dimainkan oleh band – band asal negeri paman sam, mungkin album “Icons of Evil” ini mencoba memberitahukan kepada halayak bahwa ya memang seperti itulah karakter musik Vital Remains, toh mereka juga saat mengaransemen lagu tidak peduli dengan pendapat orang lain. Album ini memang masih sanggup membawa aura jahat di setiap lagunya, dengan lirik – lirik yang kesetanan dan penuh kebencian dan amarah. Dan tidak ada salahnya juga jika kita memberi mereka apresiasi dengan membeli dan mendengarkan karya mereka yang satu ini. Dan satu hal pula yang perlu diingat, artwork mereka sangat kontroversial, album ini benar – benar kontroversial dari luar dan dalam, dan jika kalian ingin membeli album yang satu ini, harus dengan pikiran yang jernih dan iman yang kuat agar tidak mudah terpancing. hahayyy :)


LOST SOUL "Chaostream"

Posted by distrik hitam on 01.22

Band : LOST SOUL
Album : Chaostream
Label : Empire Records (Poland)
Format : CD
Year : 2005

Kalo kamu mengira band – band bahaya yang dari Polandia hanya Vader dan Behemoth saja berarti kamu belum mengenal LOST SOUL, band ini berasal dari kampung yang sama dengan band – band yang disebutkan diatas, so kamu sudah bisa mengira musiknya kayak gimana, ya sudah pasti ngebut tanpa ampun, album “Chaostream” merupakan album ketiga dari Lost Soul, yang dirilis pada tahun 2005 silam.

Album ini berisi 9 materi lagu yang gelap nan suram. Diawali dengan intro aneh yang cenderung mengerikan, lalu masuk riffing gitar yang cocok sekali untuk mengawali serangan jahat dari album ini, riffing gitarnya sepintas mirip dengan sayatan gitarnya Jeff Hanneman SLAYER, dan mulai lah mereka menggempur lewat lagu pertama “World of Sin” yang komposisi musiknya mengingatkan saya akan kegarangan Morbid Angel dan Vader, teknik gitar tremolo picking yang super ngebut dengan sedikit sentuhan permainan ala teknikal menjadikan musik mereka jauh dari kesan adem dan justru kita berasa dibawa ke dalam neraka yang paling dalam. Harmonisasi gitarnya bener – bener diracik sedemikian gelap dan serasa membawa aura jahat keluar dari sela – sela nafas album ini.

Duet gitaris Piotr Ostrowski dan Jacek Grecki banyak memainkan chord – chord triton yang bener – bener suram, kita serasa mendengar nyanyian – nyanyian untuk memanggil setan. Secara teknikalitas jauh diatas rata – rata apalagi saat lead gitarnya mulai dimainkan, terdengar sangat melodic, sepintas agak sedikit mirip dengan struktur harmonisasi musik klasik ala Beethoven, bayangkan jika classical style piano Beethoven dimainkan dengan gitar, nah seperti itulah gambaran riffing gitarnya Lost Soul di album ini.

Sound drum di album ini agaknya menjadi nilai minus karena antara sound bass drum dan snare tidak seimbang, sound bass drum-nya cukup natural dengan tidak ada penambahan banyak efek, namun sound snare yang menggunakan trigger yang bikin kuping berasa ada yang kurang dan tidak nyaman terdengar di telinga. Mungkin mereka menggunakan efek ke dalam sound snare drum karena ingin mendapatkan sound drum yang megah layaknya band – band death/black pada umumnya, tapi malah jadi terdengar tidak enak dan kurang sangar, kurang muncul ke permukaan dan gempurannya kurang terasa di speaker. Kalo kamu pernah mendengar album – album harmonic black metal macam Dimmu Borgir atau Satyricon, nah seperti itulah sound drum di album ini. Memang terdengar megah namun kurang pas dan kurang cocok untuk karakter musik Lost Soul di album ini yang cenderung lebih ke death metalnya daripada death/black-nya.

Dan satu lagi yang bikin saya sedikit bosen dengerin album ini, karakter vokal.Yups! karakter vokal Lost Soul tidak jauh beda dengan band – band sekampung mereka, mirip banget sama yang sudah – sudah seperti Vader dan Behemoth. Memang terdengar gahar dan sangar dan berasa mendengar iblis yang bernyanyi, tapi menurut saya seharusnya mereka punya ciri khas sendiri yang bisa membedakan musik mereka dari band – band sekampung dengan mereka. Tema – tema blasphemy, nihilisme dan kebencian cukup membuat gerah dan panas kamar saya saat cd player saya memutar album mereka yang satu ini. Berasa menghadirkan atmosfir panasnya neraka ke dalam kamar saya. Kalo kamu suka sama karakter ngebut nan beringas ala Vader dan Behemoth, tidak ada salahnya kamu coba beli album Lost Soul “Chaostream”, judul albumnya memang terdengar seperti album – album band Punk Rock, tapi Lost Soul bukan band punk rock, mereka adalah monster kejam yang siap menghajar telingamu, dan kegelapan dan kesuraman lah yang akan kamu hadapi.

Sabtu, 23 Mei 2015

DARAH PERAWAN

Posted by distrik hitam on 04.07


DARAH PERAWAN Salah satu band asal kota hujan Bogor, yang tetap menunjukan eksistensinya hingga kini, kenapa namanya DARAH PERAWAN, itu merupakan ucapan spontan, ketika suatu waktu di saat latihan, sang operator studio bertanya nama bandnya apa? lalu dijawablah DARAH PERAWAN ucap gyms sang vokalis.
 
Sempat mengalami perubahan nama menggunakan bahasa inggris dengan nama Blood of Virgin, namun itu tidak berlangsung lama, akhirnya kembali lagi menggunakan nama awal yaitu DARAH PERAWAN hingga saat ini...

adapun discography dari DARAH PERAWAN, di antaranya :
·         Please God Kill My Fucking Self' (single) - 2007
·         Vagina Rusak' (single) - 2011
·         Demo CD' 3 Track - 2011
·         Mini Album" (Adult Porn) AOS Record - 2011
·         Satu Lobang Rame-Rame #1' Brutal Sick And Grind Compilation Album- 2011
·         Compilation Album All Genre' Melangkah Untuk Berbagi AOS Record - 2012
·         Extreme Brutal Violence #5'Brutal Homed & UGD Merch - Back To Kill 2012
·         'Kekasihku Di Perkosa Saat DIa Tertidur' (single) - 2012
·         Gangbang Barbaric Brutality' EP Album 6Track AOS record _ 2012
·         Pussy both made our reborn EP 3rd 13track

Gonta ganti personil pun terus terjadi hingga kini, hanya Gyms yang berjuang mempertahankan eksistensi DP. walau hanya seorang diri, gyms tetap melanjutkan hobbynya dalam bentuk karya yang terus berlanjut. dan apa yang dilakukan Gyms tersebut akhirnya mendapat apresiasi dari rekan rekan seperjuangan.. hingga akhirnya proses pembuatan EP DARAH PERAWAN yang ke 3, di bantu oleh
ridho dari INFITAR band deathmetal asal Bogor yang telah berkontribusi memberi beberapa cord guitar pada penggarapan album EP yang ke 3 tersebut.

Di album ke 3 ini, LONTE TERIAK LONTE dijadikan muncratan pertama di antara sekian judul dalam album tersebut..
Konon dari segi materi agak berbeda dari sound album sebelumnya, di album ini lebih modern dan ada beberapa unsur effect pada pengisian bass..
silahkan bagi kamu yang penasaran langsung aj simak di :





Dalam setiap perform DP saat ini menggunakan additional player untuk mengiringi Gyms sang vokalis, mereka adalah :  
Frankoling "Gitar" - Pian "Drum" - Dellon "Bass"

tertarik ingin mengetahui lebih jauh lagi tentang DP, di bawah ini kontak yang bisa kamu hubungi :
HP 0852 1095 1864 / 0896 3484 8301 / PIN : 32389ed4

Stay Sick N Brutal.. teruslah berkarya...










  • RSS
  • Delicious
  • Digg
  • Facebook
  • Twitter
  • Linkedin

Search Site