Pages

Rabu, 27 Juli 2016

MALEDIKTA

Posted by distrik hitam on 21.33



Suatu sore saya kedatangan teman, Panggil saja namanya sadut (mungkin singkatan dari sanjay dut he he he he), dia membawakan beberapa pack cd band MALEDIKTA, namun pertemuan tersebut tidak berlangsung lama, karena saya mesti siap siap berangkat ke rumah mertua, sekaligus keesokan harinya, saya menggelar lapak pada suatu event metal di kota tersebut.
terus terang selama perjalanan saya penasaran seperti apa sih lagu dari band ini.. namun semua itu saya jadikan PR.
ketika event selesai lalu saya kembali pulang ke rumah sekaligus distro saya, sebelum itu saya sempatkan mampir dulu ke rumah mertua untuk pamitan.

Pada malam harinya setelah sampai di rumah, saya teringat akan cd MALEDIKTA, akhirnya sambil siapin kopi hitam, nyalain rokok, saya bongkar tas saya.. tapi ternyata.. eng ing engg..... CD ne ketinggalan di rumah mertua saya... ahhh sudahlah mungkin belum waktunya.. akhirnya saya buka youtube aj, liat2 live band2 lokal.

Disaat CD tersebut sudah saya ambil, akhirnya saya sempatkan memutar cd tersebut, di dalam cd ini track pertama di awali intro, yang membawa nuansa sadness.
Track Track berikutnya, Band ini membawakan karyanya dengan penuh distorsi & harmonic yang tidak rumit untuk di nikmati. Tidak salah kalo band ini membawakan Genre BLACK METAL, walau dalam Genre BM itu sendiri yang saya tau, ada BM ini, ada BM itu, dan macam macam klaimnya. tapi intinya mereka berada di jalur Genre Black metal.

Akhirnya di suatu kesempatan saya mencoba mengulas band ini, melalu medsos saya bertanya kepada salah satu personil band MALEDIKTA, sambil tanya tanya, saya putar kembali cd dari Band ini.


dan ini interview antara saya dan Luil A. Widodo salah satu personil band MALEDIKTA :

DISTRIKHITAM : hallo mas.. bisa ceritain gak, tentang MALEDIKTA???

LUIL : bentar mas tak bikin kopi dulu.... heee

DISTRIKHITAM : wahhhh bagii dong bosss he he he

LUIL : ehmm.. ehmm.. kalo bicara band maledikta terbentuk emang udah lama dari tahun 1999 waktu itu aktif sampai 2003 namun kita blum bikin album.... tapi itu yg lampau dan fakum.
kita bicara yg sekarang aja anggap aja band baru, kita baru berdiri 3 tahun lalu kurang lebih, waktu aku bikin band ini.
Band2 black metal memang banyak kecaman dari penjuru karna stigma negativ seperti sesat lah karna berhala lah, inilah itulah apalah.. he he he. Namun dengan adanya stigma itu, justru aku bangkit kembali dengan mencari formasi band terbaru bersama teman2 baru dan beberapa dari personil AKHERAT band BM dari karawang, (Secara Domisili, karna saya sekarang sudah menetap di karawang Jawa barat.)

DISTRIKHITAM : lohh sebelumnya dimana mas?

LUIL : sebelumnya saya tinggal didaerah Jawa Tengah, seiring waktu berjalan kita udah beberapa kali manggung. Karna saya punya distro dengan nama devisi pemberontak dan hubungan saya memang mondar mandir kesana kesini.
Sebenarnya saya hanya penikmat saja, tapi saya mencoba berkarya dengan pemahaman saya untuk membangkitkan black metal. Pada tahun 2003 maledikta sempat bubar, lalu saya mencoba membawakan genre punk dan grindcore, pada band yang saya bentuk saat itu.

DISTRIKHITAM : lalu mengenai album gimana mas?
LUIL : Mengenai album, album pertama saya adalah "Muntah Ambisi" berisi 4 track lagu.
waktu itu saya bertanya kepada salah satu teman (bisa di bilang dia sudah punya label besar), saya bertanya "mas kok kenapa enggak cetak kaos band black metal? dan Dia jawab : "band black metal mana ada yg serius ngeband" saya tanya lagi : "maksudnya mas?"
Dia pun mnejawab : "band black metal itu yang di kejar cuma manggung aja, jarang sekali yang serius bikin album...."
Akhirnya singkat cerita di situlah saya berambisi bukan karna memusuhi tapi mencoba membangkitkan ide ide diri saya, dan akhirnya keluarlah album pertama dalam format mini album berisi 4 Track, dengan tittle mini album : "Menuhankan Ciptaan Tuhan"
dari beberapa lagu yang ada, sudah ikut kompilasi Bogor dan Bandung, dan sejak di MALEDIKTA di masukan ke metal archive ada orang bule minta lagu kita untuk kompilasi onlinte, 2 lagu di label yg berbeda. Mini album itu sendiri di cetak 200 keping dan habis cuma via CD pro.
Namun saya tidak puas sampai di situ , setelah lama saya di sibukan dengan bisnis sablon dan distro, akhirnya sekitar pertengahan tahun saya kumpulin semua personil untuk proses full album.
Selama 3 bulan kita gencar dan mampu menelorkan album ke dua dengan tittle "Air Mata Bumi"  berisi 13 track dan cetak sebanyak 500 keping via copy original digital.
Saya akui memang masih banyak kekurangannya tapi album ini memang sudah memuaskan dari isi materi di dalamnyaa dan mengandung pesan2 moral yg saya muntahkan di dalamnya.
full album ini di support 20 label dan komunitas, dan alhamdulilah kita bisa cair dan selesai semua.
Sampai saat ini belum ada kritikan pedas dari band2 pendahulu kita dan pengamat, Padahal saya ingin sekali di kritik album kita ini biar kami bisa berkembang, karena kami ini masih belajar bikin album.

DISTRIKHITAM : Sangat historis banget.. Mantap mas.. Beberapa tahun yang lalu BM sempat pada masa2nya.. Walau banyak stigma negative dr masa awam, oh iya , tadi bilang ada pesan moral ya, hmm kira2 pesan moral yang seperti apa yang Malekdita kritisi di album tersebut??

LUIL : contoh aja track yang berjudul "saya sesat", lagu itu memutar balikan semua yang di bilang metal tidak sesat, dan dari band2 death metal aja bilang juga tidak sesat namun kenyataan nya gambar2 dari album mereka sadis sadis.... jadi kenapa kita tidak mengakui bahwa kita itu sesat.... akui saja, kalo emang kalian tidak sesat sholatlah ingat yang kuasa dan anggap ini hanya hiburan dunia, kehidupan sehari hari juga gitu banyak manusia tersesat yang bilang tidak sesat tapi tidak berani mengakui kesesatanya.
lagu kita isinya hanya menceritakan fenomenal kehidupan, bisa di bilang ini perlawanan kami tentang kehidupan yang menyimpang, kami tidak menyembah kami tidak memuja dalam liric tapi kami menceritakan.... :-)

DISTRIKHITAM : Sempet ada becandaan tentang BM yg menampilkan aksi dgn hantu2 yang sudah familiar.. Gimana tanggapan dari kawan2 maledikta? Bukan kah umumnya BM lebih menjati dirikan dengan corpsepaint aj, dalam tiap show?

LUIL : waduh.... hahahaha nah di sini saya enggak berani menjawab, karena black metal memang kontroversi dan banyak macamnya. Saya tidak menyalahkan yang pocong, genderuwo, kuntilana dll, karna itu banyak poin2 dari luar dan di masukkan ke dalam khas indonesia dan banyak band ritual emang dari luar dan di ramu dalam unsur indonesia....
nah yg saya dengar dari orang orang lama ada benarnya juga, kualitas music di tingkatkan jangan cuma treatical aja yang lama, karna habisin waktu setiap acara, harus beri waktu juga buat band lain....(sempat di ulas di majalah gerilya magazine edisi black metal)
di album MALEDIKTA "Air mata Bumi" dari segi liric banyak bahasa filosofi tapi itu masih ringan, saya yakin masih bisa di mengerti di album itu.... :-)

DISTRIKHITAM : :) tanggapan yang bijak, utamakan kualitas karya, bukan cuma teatric nya aj.. Yaps filosofinya kental banget, over all album air mata bumi Lyriknya banyak positifnya. (He he ngomongin gerilya, saya ketinggalan jauh dengan gerilya)

LUIL : hahaha .... cuma sebatas yg saya tau aja itu mas....

DISTRIKHITAM : Next album ... Maledikta ingin mengemas materi seperti apa? Kira2 jika ada sebuah event yang tertarik menampilkan maledikta terus panitianya gak punya budget yang lebih, dengan kata hanya sekedar transpot aj, gmn maledikta menanggapinya?

LUIL : nah bocoran album ke 3 sudah aku bikin status mas, dan tunggu aj :), nah ini, maledikta akan selalu berada di pure underground, kami sering manggung tanpa bayaran sepeserpun, dan kami juga pernah regist mas....
maledikta bukan band manja, seandainya panitia gak ada dana dan kami masih sanggup hadir pasti hadir tapi.... personil kita yg mau aja, kita kadang cuma bermain 3 orang juga pernah yang penting kita tetap sportif dateng.... kalopun ada fee lebih ya kami sangat berterimakasih....
kami di kasih ongkos bolak balik juga sudah senang. kadang saya menolak bukan karna enggak mau karena enggak ada dana, tapi karna jauh dan sebagian personil juga belum bekerja, biasanya saya yang biayai semua, itu  hasil dari jualan kaos dan merchandise kita gunakan buat manggung dan bikin album.... heee

DISTRIKHITAM : Oia mas, kenapa sih ngambil nama Maledikta? Apakah ada arti tersendiri atau hanya sebuah nama? Influence nya dari band mana aj mas? ( He he pertanyaan yang sangat umum, tapi slalu ingin diketahui oleh pembaca)

LUIL : kami sama umumnya dengan black metal jaman dulu yang selalu pake nama yang seram dan sangar gitu dah.... heee
MALEDIKTA saya ambil dari sebuah buku dan pernah di kupas di majalah misteri, yang mempunyai arti "Sekumpulan orang penyembah berhala pada jaman dulu, dan keberadaannya paling kuat di sekitar tanah Jawa"
maledikta ini kemungkinan dari kata malediction dari bahasa inggris yg artinya "terkutuk"
kalo influence kita dari dimmu, cradle, graveworn.... tapi tetap kita ramu dengan ciri khas maledikta
karna kalo kita meng influece bukan berarti harus sama, sempet juga ada band yg mirip banget mainnya dengan cradle, walaupun karya dia sendiri kalau musicnya sama persis ya di ketawain orang2 lama.... dan di situlah maledikta berdiri di kaki sendiri, kalo bisa dimmu yang ngikutin music kita.... hahahha (bercanda lhoh)

DISTRIKHITAM : Ha ha ha ha ha.. Why not.. Di mulai dari indonesia semoga maledikta bisa menjadi pionir pionir diantar pionir lainya penggerak BM di tanah air.. Sehingga eksistensinya tetap ada.. Layaknya Mengikuti jejak Rajam.. Oke mas next time kita lanjut lgi.. Di tunggu album berikutnya.. Terus berkarya dan pantang menyerah terhadap tren Genre yang menggoda :D salam buat kawan2 Maledikta yg lainya.. Stay darkness and blackness..

LUIL :amiin.... thanks untuk semangatnya buat kami mas.... sukses juga buat distrik hitam webzine + merchandise.

MALEDIKTA are :
LUIL - BASS / VOCAL
AMEED - GUITAR 1
ANNA- GUITAR 2
AGIL - KEYBOARD
OMENG - DRUM
for more info : 081385635662
klik n like page : https://www.facebook.com/Maledikta-official-187644374748349/

Senin, 25 Juli 2016

GROUPIES DEATHFEST 2

Posted by distrik hitam on 12.32


Bandung Edaaann... !!! Juara lah... !!! spontan yang saya ucapin ketika melihat Famplet ini, masalahnya perjalanan waktu menuju pergantian bulan, banyak event event Edan
di Kabupaten Bandung...

Salah satunya Groupies Deathfest 2, Yang Rencananya akan di Ledakan, pada tanggal 30 Juli 2016, di Famestation - Jl. Sersan Bajuri # 100. Setiabudi - Bandung. Cukup Menarik antusias masa dari berbagai wilayah di luar kabupaten bandung itu sendiri...

Sebagian Band Yang Mungkin Cukup Familiar ini akan Membrutalkan andrenalin kamu, dan kamu akan merasa di brutal death metalkan dalam event ini Dengan Amunisi Band berikut :

SIKSA KUBUR - ASPHIXIATE - ECCHYMOSIS (BANGKOK) - TURBIDITY - XTAB
 DIGGING UP - GOREGOT - MURTAD - SABAOTH - BLOODGUSH - REDUCED
APOPTOSIS GRUTECTOMY

wow... Akhir Bulan yang sangat Indah bukan... Segera Rencanakan Dan lets Go..
Tetaplah Hati2 di perjalanan Menuju Venue maupun pulang, Jaga barang2 pribadi kamu apalagi cewek kamu.. jangan sampai tertukar apa lagi hilang.. hi hi hi..
Stay Brutal \m/

Jumat, 22 Juli 2016

EFFIGY

Posted by distrik hitam on 21.13


EFFIGY pertama kali berdiri pada tanggal 3 maret 2003 di jakarta.
dengan mengusung musik genre DEATH METAL dengan personil :

Vocal : Adrin 
Guitar : Abeck 
Bass : Jairot 
Drum : Aconk 

Seiring waktu berjalan lagu EFFIGY masuk kompilasi band DEATH METAL pada 2006 yaitu compilasi DIMENSI KEMATIAN dan STRUG METAL,sampai 2007,ditahun 2007 masing"personil memutuskan untuk vacum karena ada masalah intern sesama personil sampai dengan 2009, di tahun 2009 sang vocal:adrin dan basis :jairot ingin 
menghidupkan EFFIGY lagi Dengan menggaet gitaris baru yaitu jafar (sekarang di band KERHOF), dan drummer baru ucup ex band ABABIL, sampai 2010 EFFIGY sering pentas dalam gigs/acara-acara underground, dalam perjalanan itu sang vocal : adrin dan gitar : jafar hengkang dari EFFIGY karena ada perbedaan visi..

Dan akhir nya sang basis : jairot dan drummer : ucup mencari gitaris dan vocalis baru tentunya. 
pada akhir 2011 terbentuklah EFFIGY new dengan mengusung aliran DEATH GORE GRIND dengan satu misi dan visi.
Dengan Line Up Personil: 
Vocal : DUDHY TANDUK (ex kerangkenk)
Guita r: JALU (ex necrophillia)
Bass : JAIROT 
Drum : UCUP (ex necrophillia/disgrace/ababil)

dengan format personil baru EFFIGY ini, EFFIGY siap meramaikan Dunia kancah musik UNDERGROUND dengan mengusung genre musik DEATH GORE GRIND. 
salam.....\m/......

Rabu, 22 Juli 2015

NEMATOCYST salah satu band asal Lumajang jawa Timur, yang akan menyebar racun syarafnya !!

Posted by distrik hitam on 04.34

Salah satu band asal Kabupaten lumajang, jawa timur, yang terbentuk pada 17 februari 2013 ini, akhirnya kini telah mengeluarkan promo 2015 melalui Symbolic prods.

Pada awal terbentuknya NEMATOCYST, Band ini mempunyai 4 personil sebagai otak penggerak, terdiri dari :

Dimas(vokal)
Imron(gitaris)
Gomblor(Bassist)
Hendika(Drummer)

Menurut salah satu personilnya, Nama NEMATOCYST di pilih, karena terdapat arti yang kami harapkan dapat mendeskripsikan musik dari band kami sendiri, yaitu racun syaraf yang terdapat pada ubur-ubur (sebagai filosofi-nya)

Di tengah Perjalanan berkarya yang penuh semangat dari tahun 2013 sampai dengan 2015 NEMATOCYST akhirnya kehilangan salah satu personil yang selama ini mengisi posisi Bass, yang di isi oleh Gomblor, dikarenakan sesuatu Hal kendala yang tidak mungkin lagi untuk terus mempertahankan eksistensinya sebagai bassist di NEMATOCYST.

Namun hal tersebut tidak dapat menghentikan NEMATOCYST untuk menjalar dan berkembang.
Di tahun 2015 ini NEMATOCYST menambah Amunisi baru yaitu Suhardinata pada guitar 2.
dengan masuknya Suhardinata, akhirnya Line Up baru NEMATOCYST di isi oleh :

Dimas as Vocal
Hendika as Drum
Imron as Guitar 1
Suhardinata as Guitar 2

Dalam berkarya NEMATOCYST Terinspirasi oleh band band yang cukup berpengaruh yaitu:
Deicide, Bloodbath, Spawn of Possession, Fleshgod Apocalypse, Necrophagist, Deeds of Flesh, Obscura, Death Vomit, Funeral Inception.

demikian ulasan singkat dari NEMATOCYST, untuk mengetahui lebih jauh tentang mereka silahkan
 
Klik N like, visit FP NEMATOCYST di :

Atau

Invite contact NEMATOCSYT
5257bc1a ( Hendika )


Salam kenal dari kami, selamat menikmati sensasi injeksi NEMATOCYST

Selasa, 02 Juni 2015

VITAL REMAINS “Icons of Evil”

Posted by distrik hitam on 01.32

Vital Remains adalah salah satu pentolan death metal yang berasal dari Rhode Island Amerika Serikat. Band ini satu generasi dengan Possessed, Venom, Morbid Angel dan kawan – kawan. Artinya band ini udah menebar terror dari tahun 80’an. So udah pasti usia para personilnya sudah tidak remaja lagi he he he. Mereka udah banyak merilis artefak jahat nan bengis. Dan yang akan saya bahas di bawah ini adalah karya mereka yang terakhir dimuntahin bertitel “Icons of Evil”, dirilis tahun 2007 oleh label asal Jerman Century Media Records, berisikan 10 track termasuk di dalamnya intro dan cover song dari Yngwie Malmsteen.


Namun usia band yang sudah terlampau matang itu seharusnya bisa mematangkan musik mereka juga, tapi lain halnya dengan band yang satu ini, mereka justru seperti flashback kembali ke jaman mereka masih remaja, kita seperti dibawa ke era klasik rock 80’an, tidak ada hal baru di dalam album ini dan saya yakin bagi para pecinta music rock era 80’an pasti mengenal komposisi musik yang dimainkan Vital Remains di album “Icons of Evil” ini.



Diawali intro yang paling menjijikan menurut saya, dan paling kontroversial, jika kamu mendengar intro-nya semoga tidak terprovokasi oleh band sinting yang satu ini. Dan setelah intro kelar, mulailah menggema track pertama yang juga dijadikan judul albumnya, Icons of Evil. Secara keseluruhan struktur lagu – lagunya sangat harmonis dan melodis banget ala klasik rock era 80’an. Tempo musiknya cenderung datar, memang sih pada awal – awalnya mereka bermain sangat cepat nan ngebut dengan blasting beats yang cukup menghajar, tapi itu hanya berlangsung sekitar 15 sampai 20 detik saja, dan setelah itu tempo kembali melambat dengan harmonisasi yang menurut saya cenderung membosankan, entah saya bingung menyebut album ini sebagai album death metal bernuansa klasik rock atau justru malah sebaliknya, entahlah.


Album “Icons of Evil” menawarkan musik yang tidak jelek, saya tidak bilang jelek disini. Tetap ada part – part blasting beats yang menjadikan album ini tidak keluar dari roots death metal-nya, tapi menurut saya itu hanya untuk pelengkap saja, namun jika diperhatikan dan di dengar beberapa kali, album ini tetap saja secara keseluruhan terdengar membosankan. Durasi setiap lagunya tidak ada yang pendek, alias panjang banget dan chord – chord yang dimainkan pun hanya muter – muter itu aja, hanya saja dibumbui lead guitar yang ciamik yang dimainkan oleh sang maestro Dave Suzuki yang bikin kuping saya agak sedikit terhibur. Lead – lead gitarnya pun persis seperti album – album klasik rock era Yngwie Malmsteen, sangat melodis, setiap lead gitar yang dimainkan berdurasi lebih dari 10 detik, jadi kita dibikin kenyang akan lead gitar yang super panjang dan melancholic itu. Tapi tetep bisa membawa aura suram nan jahat keluar dari sayatan gitar duet maut antara si Dave Suzuki dengan Tony Lazaro.


Drum dan lead gitar di album ini dimainkan oleh Dave Suzuki, musisi metal keturunan Asia yang menebar aura jahat di Amerika sana, dia seorang yang multi-talenta alias bisa memainkan instrument musik lebih dari satu jenis. Dan dia juga orangnya yang menulis sebagian besar lirik – lirik di album “Icons of Evil” ini. Bener – bener gila nih orang, tidak heran kalau Dave Suzuki sudah seperti ikon dan nafas hidup Vital Remains selama kurun waktu satu dekade lebih. Dia salah satu otak dan penggerak band ini, selain si Tony Lazaro yang merupakan founder member-nya yang masih bertahan semenjak band ini mulai aktif.


Dan sekarang yang akan kita bahas disini adalah pattern vokal. Sesi vokal di album ini di isi oleh kakek blasphemy yang sudah tidak asing lagi di dunia per-Metal-an internasional, siapa lagi kalo bukan Glen Benton dari band Deicide. Yups!! Om Benton ngisi vokal disini, tapi saya cenderung kurang puas dengan geraman yang keluar dari kerongkongan dia disini, dia sepertinya sudah menua baik dari usia maupun pita suara, tidak se-jahat di album Deicide era “Legion” ataupun “Once Upon The Cross”. Di album “Icons of Evil” ini vokal Benton cenderung terdengar seperti orang yang menguap sehabis bangun tidur, bikin jenuh mendengarnya, tidak powerfull, artikulasi lirik – liriknya pun sudah tidak terdengar jelas oleh telinga.


Album “Icons of Evil” memang bukan sembarang album death metal biasa yang kebanyakan dimainkan oleh band – band asal negeri paman sam, mungkin album “Icons of Evil” ini mencoba memberitahukan kepada halayak bahwa ya memang seperti itulah karakter musik Vital Remains, toh mereka juga saat mengaransemen lagu tidak peduli dengan pendapat orang lain. Album ini memang masih sanggup membawa aura jahat di setiap lagunya, dengan lirik – lirik yang kesetanan dan penuh kebencian dan amarah. Dan tidak ada salahnya juga jika kita memberi mereka apresiasi dengan membeli dan mendengarkan karya mereka yang satu ini. Dan satu hal pula yang perlu diingat, artwork mereka sangat kontroversial, album ini benar – benar kontroversial dari luar dan dalam, dan jika kalian ingin membeli album yang satu ini, harus dengan pikiran yang jernih dan iman yang kuat agar tidak mudah terpancing. hahayyy :)


Search Site